Membangun Branding yang Strong dan Storytelling yang Menyentuh pada Produk Hijab
Storytelling
bukan sekadar narasi tambahan, tetapi fondasi yang membuat produk terasa hidup,
relevan, dan dekat dengan pengalaman pengguna. Dalam industri hijab, salah satu
bentuk storytelling yang paling efektif adalah filosofi warna—karena
warna bukan hanya estetika, tetapi bahasa emosional yang memiliki makna
mendalam bagi penggunanya.
1.
Mengapa Branding dan Storytelling Penting bagi Gen Z?
a. Gen
Z mencari makna, bukan hanya produk
Segala
sesuatu harus memiliki value. Mereka mendukung brand yang punya visi,
pesan positif, dan konsistensi identitas.
b. Gen
Z mengutamakan keaslian (authenticity)
Mereka
mudah menolak brand yang terasa terlalu “menjual”. Storytelling yang jujur dan
relatable lebih efektif daripada promosi yang kaku.
c. Gen
Z terhubung melalui cerita
Narasi
yang menyentuh—tentang perjalanan brand, makna warna, atau filosofi
desain—membuat mereka merasa menjadi bagian dari cerita tersebut.
d.
Branding mempengaruhi keputusan pembelian
Identitas
visual seperti warna khas, logo, font, hingga tone komunikasi menentukan
seberapa mudah brand dikenali.
2.
Elemen Branding yang Menarik Bagi Gen Z
Agar brand
hijab dapat tampil menonjol, dibutuhkan beberapa elemen branding berikut:
- Identitas visual yang
konsisten
(warna brand, pemilihan font, gaya foto estetik).
- Nilai brand yang jelas (misalnya: kesederhanaan,
kenyamanan, keberanian, elegance).
- Gaya komunikasi yang hangat
dan relatable.
- Flat layout or clean look
aesthetic—visual
yang simple namun elegan.
- Packaging yang minimalis namun
personal
(sticker kutipan, kartu ucapan, arti warna hijab).
Brand
hijab yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah diingat dan membangun
loyalitas jangka panjang.
3.
Storytelling melalui Filosofi Warna Hijab
Warna
memiliki kekuatan psikologis yang mampu mempengaruhi emosi dan persepsi
seseorang. Dalam dunia hijab, pemilihan warna bukan sekadar tren, tetapi bisa
menjadi cerita yang menggambarkan karakter pemakainya. Ini sangat efektif untuk
menarik Gen Z yang menyukai makna mendalam.
Berikut
contoh filosofi warna yang dapat digunakan sebagai storytelling brand:
• Cream
/ Latte
Melambangkan
kelembutan, ketenangan, dan kehangatan.
Cocok untuk wanita yang ingin tampil natural dan penuh ketenangan.
• Sage
/ Olive
Mewakili
harmoni, keseimbangan, dan kedewasaan.
Warna ini sering digunakan oleh mereka yang menyukai tampilan minimalist
healing aesthetic.
• Dusty
Pink
Identik
dengan kasih sayang, optimisme, dan sisi feminin.
Cocok untuk gaya lembut namun tetap berkarakter.
• Mocca
/ Cappuccino
Melambangkan
kekuatan yang tenang, kehangatan, dan stabilitas.
Disukai Gen Z yang ingin tampil elegan tanpa berlebihan.
•
Abu-abu (Cool Grey)
Menunjukkan
profesionalisme, kesederhanaan modern, dan kematangan berpikir.
Sangat populer untuk outfit kerja atau kuliah.
• Hitam
(Black Onyx)
Melambangkan
ketegasan, kepercayaan diri, dan elegansi tak lekang waktu.
Selalu menjadi warna wajib dalam wardrobe hijabers.
4. Cara
Menerapkan Storytelling Warna dalam Branding Produk Hijab
Brand
dapat mengintegrasikan storytelling warna dalam berbagai aspek pemasaran:
1.)
Deskripsi Produk
Setiap
warna hijab bisa diberi narasi unik, seperti:
“Dusty Pink: untuk kamu yang lembut namun kuat menghadapi hari.”
2.)
Kartu Ucapan & Packaging
Tambahkan
kartu kecil berisi arti warna:
“Sage — warna harmoni untuk menemani perjalananmu hari ini.”
3.)
Konten Media Sosial
Buat
postingan berisi filosofi warna, aesthetic moodboard, atau inspirasi gaya
berdasarkan warna.
4.)
Konsep Koleksi
Brand
dapat merilis koleksi berdasarkan tema warna tertentu seperti:
- “Calm Series”
- “Earth Harmony Collection”
- “Timeless Neutrals”
5.)
Live Streaming Storytelling
Host live
bisa menjelaskan makna tiap warna sambil menunjukkan kualitas bahan, sehingga
konsumen merasa lebih terhubung.
5.
Dampak Storytelling terhadap Loyalitas Konsumen
Storytelling
warna membuat konsumen:
- merasa lebih dihargai
- lebih emosional dalam memilih
produk
- lebih terikat dengan brand
- lebih mudah mengingat koleksi
- berpotensi membeli warna lain
karena setiap warna punya makna berbeda
Inilah
kekuatan branding: membuat produk sederhana terasa lebih personal dan bermakna.
Kesimpulan
Gen Z
menyukai brand hijab yang memiliki identitas kuat dan cerita yang menyentuh.
Storytelling terutama melalui filosofi warna membuat produk memiliki nilai
emosional yang lebih tinggi dan membantu brand membangun koneksi yang dalam
dengan konsumennya. Branding yang kuat bukan hanya soal visual, tetapi
bagaimana brand bercerita, memberi pengalaman, dan memberi makna.
Dengan
perpaduan antara kualitas produk, identitas visual yang konsisten, dan
storytelling warna yang autentik, brand hijab dapat tampil menonjol dalam
persaingan dan menjadi pilihan utama Gen Z.
Sumber
/ Daftar Pustaka
- https://www.researchgate.net/publication/392318742_Analisis_Pola_Perilaku_Muslimah_Gen-Z_dalam_Memilih_Trend_Fashion_Ditinjau_dari_Aspek_Gaya_Berpakaian_Studi_pada_Mahasiswi_Fakultas_Ekonomi_dan_Bisnis_Islam_IAIN_Bone?utm_source=chatgpt.com
- https://researchhub.id/index.php/Khatulistiwa/article/view/8093?utm_source

0 Komentar