1. Apa Itu “Self-Healing” di Kalangan Gen Z?
Istilah self-healing kini menjadi tren di kalangan Gen Z sebagai bagian dari budaya pop dan gaya hidup mental. Menurut penelitian oleh Agustin, Muthmainnah, dan Salsabila (2025), generasi ini menggunakan self-healing sebagai cara pemulihan emosional dari stres, trauma, dan tekanan hidup melalui aktivitas yang menyenangkan, reflektif, dan spiritual. UNIDA-JUMP
Dalam konteks ini, self-healing bukan hanya bentuk “terapi ringan”, tetapi juga ekspresi diri dan pencarian makna batin.
2. Hijab sebagai Simbol Identitas Psikologis
Hijab bukan sekadar busana — bagi banyak muslimah, hijab adalah bagian dari identitas diri. Sebuah studi pada mahasiswi menunjukkan bahwa identitas sebagai Muslimah berkorelasi positif dengan niat memakai hijab. Jurnal Universitas Islam Indonesia
Identitas ini bisa menjadi sumber kekuatan psikologis: ketika seseorang mengenakan hijab, mereka tidak hanya menampilkan identitas religius, tetapi juga memperkuat rasa diri yang “lebih lengkap”.
Selain itu, hijab sering dikaji sebagai simbol religius sekaligus sosial. Dalam penelitian “Hijab, Identitas, dan Religiusitas” oleh Margareta dan Khadavi, hijab dilihat sebagai representasi religiusitas dan identitas keislaman yang sangat personal. Jurnal Pustaka Peradaban
Melalui hijab, seseorang meneguhkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang penting bagi jati dirinya.
3. Hijab dan Self-Control sebagai Bagian dari Healing
Beberapa penelitian menunjukkan hijab juga berfungsi sebagai mekanisme self-control. Misalnya, menurut Surawan & Pertiwi (2023), penggunaan hijab bisa menjadi bentuk kontrol diri terhadap tekanan budaya dari tren mode (seperti Korean Wave), dan sekaligus mempertahankan identitas religius. E-JOURNAL+1
Kontrol diri ini bisa memberikan rasa aman, stabil, dan konsistensi – aspek penting dalam proses healing emosional.
4. Dimensi Psikologis dan Kesehatan Mental Hijab
Turunan dari simbol religius, hijab juga memiliki dampak psikologis yang signifikan. Dalam kajian hadis, Ratna Purwanti (2025) menemukan bahwa hijab dapat memperkuat identitas religius wanita Muslimah, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengatur perilaku sosial mereka. E-Journal UIN SGD
Ini relevan dengan healing: rasa percaya diri dan kontrol sosial dapat membantu seseorang merasa lebih stabil secara mental.
Sementara itu, penelitian tentang harga diri mahasiswa muslimah menunjukkan bahwa mereka yang berhijab cenderung memiliki self-esteem lebih tinggi dibanding yang tidak berhijab. E-JOURNAL
Self-esteem yang lebih tinggi bisa menjadi fondasi pemulihan emosional (self-healing), karena rasa nilai diri yang kuat membantu menghadapi stres dan tantangan.
5. Hijab sebagai Ruang Refleksi dan Komunitas
Hijab juga berfungsi sebagai sarana ekspresi diri di media sosial. Sebuah studi fenomenologis terhadap komunitas hijabers (Bandung Hijabers Community) menemukan bahwa berhijab bukan hanya kewajiban agama, tapi juga gaya hidup dan cara mengekspresikan identitas di platform digital. Repository UNPAS
Melalui komunitas berhijab di media sosial, Gen Z bisa menemukan ruang aman di mana mereka berbagi pengalaman, nilai spiritual, dan tantangan hidup. Ruang-ruang seperti ini menjadi bagian dari self-healing sosial — di mana dukungan komunitas dan ekspresi identitas memperkuat jiwa mereka.
6. Konflik Psikospiritual dan Healing
Tidak semua pengalaman berhijab bersifat positif atau bebas konflik. Ada juga sisi krisis eksistensial atau psikospiritual. Studi “The Krisis Makna Hidup pada Muslimah Figur Publik pasca-pelepasan Hijab” menunjukkan bahwa kehilangan hijab (atau perubahan hubungan dengan hijab) bisa memicu konflik identitas, kehampaan batin, dan pencarian makna hidup lebih dalam. Ejournal IAIDA
Proses healing dalam konteks ini bisa sangat spiritual dan reflektif: hijab atau keputusan melepasnya menjadi bagian dari perjalanan penyembuhan batin dan pemulihan identitas.
7. Bagaimana Gen Z Menggunakan Hijab sebagai Alat Self-Healing
Berdasarkan poin-poin di atas, berikut cara Gen Z bisa memanfaatkan hijab sebagai ruang self-healing:
-
Refleksi Diri Spiritual: Menggunakan hijab sebagai pengingat identitas religius, untuk memperkuat kedekatan dengan nilai-nilai spiritual.
-
Pengendalian Diri: Menggunakan hijab sebagai bentuk self-control terhadap tekanan sosial, tren mode, dan ekspektasi dari luar.
-
Komunitas Dukungan: Bergabung dengan komunitas hijabers di media sosial untuk berbagi pengalaman, dukungan emosional, dan refleksi bersama.
-
Meningkatkan Harga Diri: Rasa memiliki identitas yang kuat dan bermakna dapat meningkatkan self-esteem dan kesejahteraan mental.
-
Mendamaikan Konflik Identitas: Melalui refleksi dan konseling (misalnya psikospiritual), hijab bisa menjadi simbol pemulihan dari krisis identitas dan makna hidup.
Kesimpulan
Hijab bagi Gen Z bukan hanya busana — ia adalah ruang psikologis dan spiritual untuk self-healing. Melalui hijab, mereka membangun identitas diri yang stabil, menguatkan rasa kendali diri, dan menemukan komunitas yang mendukung. Di tengah tekanan hidup dan kecemasan modern, hijab bisa menjadi salah satu medium pemulihan emosional yang sangat berharga.
Sumber Referensi :
1.

0 Komentar