Algoritma TikTok dan Hijab Fashion: Bagaimana Gen Z Menemukan Brand Baru?

TikTok bukan lagi sekadar platform hiburan — kini ia menjadi salah satu mesin pencari gaya hidup paling berpengaruh, terutama bagi Gen Z. Dalam industri hijab fashion, TikTok menghadirkan cara baru bagi brand untuk dikenal, dilihat, dan dicintai. Algoritmanya yang unik mampu membawa sebuah brand kecil menjadi viral hanya dalam hitungan jam.

Bagaimana sebenarnya Gen Z menemukan brand hijab baru melalui TikTok? Dan apa yang membuat mereka tertarik untuk akhirnya membeli? Artikel ini membahas bagaimana algoritma TikTok bekerja dan mengapa ia menjadi kekuatan besar bagi perkembangan hijab fashion saat ini.

Algoritma TikTok: Mesin Rekomendasi yang Paling Kuat

TikTok menggunakan algoritma “For You Page (FYP)” yang mengkurasi konten sesuai minat tiap pengguna. Bagi Gen Z, ini menjadi cara cepat menemukan gaya hijab terbaru tanpa harus mencarinya secara manual.

Beberapa faktor yang memengaruhi konten hijab masuk ke FYP Gen Z:

  • Interaksi (like, comment, share, watch time)

  • Hashtag relevan seperti #HijabDaily, #HijabTutorial, #OOTDhijab

  • Jenis konten yang sering ditonton pengguna

  • Trend musik atau audio yang sedang viral

Hasilnya, konten hijab yang menarik dapat muncul di beranda Gen Z bahkan jika mereka belum mengikuti brand tersebut.

Hijab Fashion dan Visual yang “Snackable”

Gen Z menyukai konten visual yang singkat, estetik, dan mudah dicerna. Brand hijab yang tampil dengan gaya:

  • clean look

  • warna-warna soft

  • konsep minimalis

  • tutorial cepat
    lebih mudah menarik perhatian dalam 3 detik pertama — fase paling krusial dalam algoritma TikTok.

Konten “snackable” seperti:

  • OOTD hijab 10 detik

  • transition hijab before–after

  • color palette hijab

  • tutorial 5 langkah
    terbukti meningkatkan kemungkinan masuk ke FYP. 

Peran Creator & Mikro Influencer

Gen Z lebih percaya pada kreator mikro (2k–50k followers) daripada selebriti besar. Mereka dianggap lebih realistis dan relatable.

Brand hijab yang bekerja sama dengan kreator kecil sering mengalami:

  • peningkatan traffic

  • konversi tinggi

  • brand awareness lebih organik

Konten kreator biasanya diangkat oleh algoritma karena dianggap natural, bukan “hard-selling”.

Fenomena Viral: Dari Unknown Brand ke Must-Have Item

Banyak brand hijab kini naik daun karena:

  • tutorial hijab sederhana

  • teknik pakai hijab yang rapi

  • review jujur

  • mixing & matching warna

  • rekomendasi bahan yang nyaman

Ketika satu video viral, algoritma akan:

  1. Menyebarkannya ke kelompok kecil Gen Z

  2. Jika mereka bertahan menonton, algoritma memperluas ke audiens yang lebih besar

  3. Jika engagement tinggi, konten akan terus muncul di berbagai FYP

Tidak jarang, brand kecil langsung kehabisan stok dalam hitungan hari.

Mengapa Gen Z Percaya pada TikTok untuk Fashion Hijab?

Ada tiga alasan utama:

a. Real-time trend spotting

Gen Z bisa melihat trend hijab terbaru dalam hitungan menit, bukan menunggu katalog atau foto lookbook.

b. Authentic review

Konten jujur dari pengguna biasa memberi rasa kepercayaan lebih tinggi.

c. Warna & style lebih mudah divisualisasikan

Video memudahkan Gen Z melihat:

  • bagaimana hijab jatuh

  • bagaimana bahan terlihat saat dipakai

  • seberapa soft warnanya di under natural lighting

Ini lebih meyakinkan daripada foto katalog.

6. Cara Brand Hijab Memaksimalkan TikTok

Untuk bisa ditemukan oleh Gen Z, brand perlu memahami “bahasa” TikTok:

  • Gunakan audio yang sedang viral

  • Buat konten 5–7 detik untuk boosting

  • Upload konsisten 2–4 kali sehari

  • Tampilkan variasi warna hijab

  • Lakukan live selling untuk memperkuat trust

  • Libatkan kreator lokal

  • Gunakan hashtag seperti
    #HijabDaily #HijabTutorial #HijabFashion #GenZHijab

Brand yang mampu mengikuti ritme TikTok akan masuk ke alur algoritma yang memperluas jangkauan secara otomatis.

Sumber : 

1. https://informatika.stei.itb.ac.id/~rinaldi.munir/Stmik/2023-2024/Makalah/Makalah-IF2211-Stima-2024%20%2868%29.pdf?utm_source

2. https://journal.uiad.ac.id/index.php/asy-syarikah/article/view/3543?utm_source

Posting Komentar

0 Komentar